My dear brothers and elders in Islam, this work is the work of Allah SWT. And in this work, it does not depend on how talented a person is. Rather, in this work, the most important thing is that how can a person be accepted by Allah SWT. Acceptance is the criteria for this work, not the talents and the abilities. And because we do not have this in our environment, so what we think is that 'let's bring people the people who are talented to do this work'. But the reality is, my dear respected brothers and elders, this work is for those people who are accepted by Allah.
It happens to that point, that a person who does not have any qualities or any abilities or any talents, so what? When he comes through the way of acceptance, he becomes so talented and Allah gives him so much that he exceeds those people who have talent. This is the way of acceptance of Allah; this is how Allah SWT accepts a person. And it happens that when Allah SWT desires to accept a person, this person has to go through different tests and trials. Different decisions and circumstances are put on this person. This person has to go through these circumstances and conditions. And while passing through these different tests, trials, and conditions, this person reaches a level that he becomes acceptable to Allah SWT. Because Allah SWT chooses; He says: "[...] from the people he wants to do the work."
So when Allah SWT chooses a person, that person has to go through various tests and trials, so that different benefits can get inside this person. He goes through all that, so that through that, different qualities become embedded in the person. And because of these qualities, this person becomes accepted by Allah SWT.
Allah SWT mentions about Ibrahim AS that he underwent so many tests, and Ibrahim AS passed all those tests. And when he passed all those tests, Allah SWT chose him as Imam, as Imam of the millat, and Imam of the deen. Allah SWT chose him. This is what the acceptance of Allah SWT is; that when a person goes through this process, then Allah SWT chooses him and selects him. And this is the most important thing, that how can a person get accepted by Allah SWT.
First of all, every worker must assess his personal life. This is very essential and very important. Maulana Ilyas Saheb RA used to say that Allah SWT will protect this work with such people that have the qualities to carry out this work. The people with such qualities and such attributes that they will carry out this work, then through them Allah SWT will protect the effort.
As such, there are four things that must come in the life of a human being; the first is 'ibadah, then akhlaaq, mu'amalat, and mu'asharat. Ibadah is between a person and Allah. The rest - akhlaaq, mu'amalat and mu'asharat - the character of a person, the dealings of a person, the social life of a person; this is between a person and other people. Between a person and Allah, there is just one aspect; between a person and other people, there are three aspects. That's why, Maulana Ilyas RA, in Hayatus Sahabah, has written a chapter where he has written how through the akhlaaq of the Sahabah RA, Allah SWT gave hidayah to other people. Their akhlaaq, their character, their dealings and their mu'amalat became a means of hidayah for other people.
The first thing which a person is tested is in his patience. One Jewish scholar once came to Rasulullah SAW, and he wanted to test Rasulullah SAW in his patience, to see if he was really a nabi, and to see the dealings of Rasulullah SAW. And he dealt with Rasulullah SAW very harshly, and very rudely. But as harshly as he dealt with Rasulullah SAW, Rasulullah SAW showed even more patience. Patience and forbearance are signs of prophethood. He showed more patience, because Ambiya AS are given this quality of patience. They had so much patience, that whatever conditions come upon them, they would make sabr and have patience on those conditions, until the decision of Allah SWT comes forth. They tolerated those conditions and had patience so that Allah SWT can open the doors of hidayah for them. The temperament of a da'iee is one of patience and tolerance, and thus these must be adopted in the lives of every worker.
The life of Rasulullah SAW before prophethood was such that he was considered "Sadiqul Ameen", that he was truthful, pure, and trustworthy. Rasulullah SAW had all these qualities, even before prophethood, because he was in a position where he frequently had to deal with people. That is why we are told again and again that we should read Hayatus Sahabah, and we should carry out this effort according to the temperament and the methodology that is shown through the lives of the Sahabah. If we carry it out in this manner, then our efforts will be accepted. But if we do not read it, or keep these examples in front of us, and the life of Rasulullah SAW is not in front of us, then we will deviate from that path. We will carry out this work with what? With cheating with one another, lying with one another, betraying one another, hating one another. And we will carry out the work in this manner. And what will happen is that the work will be destroyed.
That is why it is very necessary to recognize that the first quality that the Ambiya AS developed was the quality of patience, and we have to bring this quality inside ourselves. And the more a person has patience, the more Allah SWT will use him as a means of hidayah. There is a chapter in Hayatus Sahabah which mentions those qualities of Rasulullah SAW which were linked to the hidayah of other people; among those, the first quality mentioned was that of patience. So we must bring this quality inside us.
Bismillaahi ‘alaa diinii wanafsii wawaladii wa-ahlii wamaalii
Dengan nama Allah, (aku memohon perlindungan) mengenai agamaku, hidupku, anak-anakku, keluargaku
WOW!
Sunday, February 13, 2011
WORK OF ALLAH SWT & WORK OF RASUL SAW- MAULANA SAAD AL-KANDAHLAWI
WANG, KUASA & KEANGKUHAN
Dari dulu, Mesir memang terkenal dengan jolokan "Ardhul Fara'in" atau bumi para Fir'aun, Sebenarnya Fir'aun adalah gelaran bagi raja-raja yang memeritah Mesir dalam sejarah kuno Mesir. Fir'aun Ramses didakwa sebagai Fir'aun yang berkuasa memerintah Mesir secara kuku besi, membunuh bayi-bayi lelaki berselang tahun dan membiarkan yang perempuan hidup. Saya berkesempatan menyaksikan Mumia Ramses yang disimpan di Muzium Kaherah, mayatnya tidak diterima bumi walaupun mati tenggelam di Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan Bani Israil, mayat si Diktator yang mengaku Tuhan itu dihumbankan ke daratan oleh laut yang mendapat perintah dari Tuhannya - Allah Yang Maha Hebat - Sejarah kekejaman Fir'aun, kekayaan dan keangkuhan ini banyak diceritakan Allah swt lewat dalam beberapa surah seiring dengan cerita keangkuhan dan kezaliman Bani Israil yang seringkali menipu helah dan berbohong kepada Nabi Musa alaihe salam. apabila para ahli nujumnya meramalkan akan lahir seorang bayi lelaki di kalangan Bani Israil yang akan memusnahkan kerajaan Fir'aun, lalu Fir'aun mengeluarkan satu doktrin kejam bahawa setiap bayi lelaki yang dilahirkan di kalangan Bani Israil mestilah dibunuh secara berselang tahun; satu tahun dibenarkan hidup dan tahun yang berikutnya mestilah dibunuh. Namun Fir'aun hanya boleh merancang tetapi yang menentukan kejayaan dan keberkesanan rancangannya hanyalah Allah swt yang merupakan sebaik-baik perancang. Lahirlah Nabi Musa as dalam tahun di mana semua bayi lelaki yang dilahirkan mestilah dibunuh. Selamatkah Musa alaihe salam??? Pastilah selamat justeru kelahiran Nabi Musa alaihe salam adalah termasuk dalam perencanaan Allah swt Yang Maha Bijaksana. Bahkan Nabi Musa alaihe salam telah dibesarkan dalam istana musuhnya sendiri sebagai anak angkat Fir'aun setelah Allah swt memasukkan rasa kasih sayang di dalam hati Asiah istana Fir'aun. Anda boleh membaca kisah ajaib dalam banyak buku ataupun anda boleh Google sendiri bukan, Tetapi pastikan kesahihan cerita tersebut terlebih dahulu dengan bertanya kepada orang-orang yang berpengetahuan mengenainya.
SIAPA FIR'AUN ZAMAN MODEN?
Anda tahu jawapannya? Adakah Ben Ali Presiden Tunisia yang disingkirkan rakyatnya sendiri sesudah 26 tahun berkuasa? Sesudah menjarah segala kekayaan yang dimiliki Tunisia? Ben Ali bertempiaran lari ke Saudi Arabia dengan membawa jongkong-jongkong emas bernilai RM 124 juta. Atau si Hosni Mubarak yang dikatakan mempunyai kekayaan terkumpul RM 70 Billion sepanjang 30 tahun berkuasa di Mesir sedangkan 40% dari rakyat Mesir hidup di bawah garis kemiskinan! Persoalannya berapa luaskah lubong kubor? 6 kaki x 3 kaki...lebih kurang. Bolehkah segala kekayaan itu bawa bersama ke dalam lubong kubor? Manusia jenis apakah mereka ini? Walaupun seseorang itu memiliki segala kekayaan melimpah ruah, satu sen pun tidak akan dibawa bersama ke dalam lubang kubor. Benar bukan? Tiada siapa yang boleh menafikannya. Lalu untuk apa segala kekayaan ini? Kamu makan apa yang kami makan, kelazatan atau keenakan makanan tersebut hanya setakat di hujung lidah..setelah kamu kenyang sudah tentu kamu berhenti makan. Berapa kamu boleh makan? Kamu nak kumpulkan harta sampai 7 keturunan? Demi memastikan anak cucu kamu tidak akan papa kedana. Siapa yang memberi rezki kepada kamu dan mereka Rakusnya kamu. Pernahkah kamu ambil masa beberapa saat memikirkan nasib rakyat kamu yang hidup dalam kemiskinan sedangkan kamu menjarah setiap kekayaan yang sepatutnya kamu kembalikan manfaatnya kepada rakyat kamu.
FIRMAN ALLAH SWT YANG BERMAKSUD: "Maka barangsiapa yang mengingkari "thoghut" (syaitan, berhala dan apa sahaja yang menyesatkan) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada ikatan (tali agama) Allah yang amat teguh, yang tidak akan putus" (AL-BAQARAH: 256)
Justeru itu apa sahaja yang menyeru kepada selain Allah swt adalah thoghut. Termasuk barangsiapa yang menyeru kepada pengagungan seseorang pemimpin, parti politik, hiburan dan seumpamanya. Secara ringkasnya apa sahaja yang tidak dapat menambahkan keimanan seseorang itu kepada Allah swt dan RasulNya sallallahu a'aihe wasallam dan apa sahaja yang tidak menyumbang kepada kebaikan kepada agama seseorang yang seterusnya menjamin kehidupan yang dirahmati dan diberkati Allah swt di dunia dan dirahmati serta diredhai Allah swt di alam akhirat.
Untuk apa kita hidup di dunia ini. Untuk apa? Untuk melonggokkan segala kekayaan? Tanpa ditunaikan hak-hak orang-orang lain yang terdapat dalam kekayaan tersebut sepertimana yang diiktiraf oleh Allah swt dan RasulNya sallallahu alaihe wasallam? Bermegah-megah? Seperti lagaknya Karun Laknatullah yang bermegah-megah, berbangga-bangga dan menunjuk-nunjuk kekayaannya di hadapan khalayak rakyat jelatanya yang miskin? Namun akhirnya beliau ditenggelamkan Allah swt ke dalam bumi bersama segala kekayaannya. Dia akan menyesal di alam akhirat penyesalan yang tiada gunanya.
Harta kekayaan yang akan menjadi penolong untuk si pemiliknya di alam akhirat ialah harta yang diperolehi dari sumber yang halal & yang menepati kehendak-kehendak roh syariat Allah swt. Kemudian dilaksanakan dan ditunaikan segala hak yang berkaitan dengan harta tersebut sebagaimana yang diperintahkan Allah swt dan RasulNya sallallahu 'alaihe wasallam termasuk zakat wajib dan juga zakat sunat (yang tidak diwajibkan yang dipanggil sedekah). Harta yang berkat adalah segala bentuk kekayaan yang dibelanjakan di jalan yang diredhai Allah swt. Harta yang dibelanjakan inilah sebenar-benarnya harta milikan si empunya. Ganjaran pahala dari amalannya itu sahaja yang bakal menyelamatkannya dari kemurkaan Allah swt pada hari kiamat. Sebaliknya harta dan segala rupa kekayaan yang dibelanjakan untuk tujuan bermegah-megah dan menunjuk-nunjuk bakal menjadi sebab baginya untuk dihumbakan ke dalam api neraka jahannam!
Ingatlah, kita hidup bukan untuk hari ini, esok atau 30 tahun akan datang. Tapi kita hidup untuk alam akhirat. Kita datang ke dunia untuk "TRANSIT" sahaja. Persiapkan bekalan untuk perjalanan di alam akhirat yang panjang tidak berpenghujung. Rasulullah sallallahu 'alaihe wasallam telah bersabda yang bermaksud " Dunia dijadikan untuk kamu dan kamu dijadikan untuk akhirat." Dunia dijadikan untuk kamu bermaksud mestilah dunia itu menjadi hamba bagi kita, mempergunakannya sebagai platform untuk melakukan persiapan iman dan amal sebagai bekalan bagi menempuh perjalanan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Iman & Aman sahaja yang kita akan bawa berjumpa Allah swt, tidak yang lain. Sesungguhnya kita dijadikan untuk akhirat justeru alam akhirat itu adalah kekal abadi, tiada noktah dan tiada berpenghujung. Bahagia.... bahagia selama-lamanya. Sengsara.... sengsara selama-lamanya.
SIAPA FIR'AUN ZAMAN MODEN?
Anda tahu jawapannya? Adakah Ben Ali Presiden Tunisia yang disingkirkan rakyatnya sendiri sesudah 26 tahun berkuasa? Sesudah menjarah segala kekayaan yang dimiliki Tunisia? Ben Ali bertempiaran lari ke Saudi Arabia dengan membawa jongkong-jongkong emas bernilai RM 124 juta. Atau si Hosni Mubarak yang dikatakan mempunyai kekayaan terkumpul RM 70 Billion sepanjang 30 tahun berkuasa di Mesir sedangkan 40% dari rakyat Mesir hidup di bawah garis kemiskinan! Persoalannya berapa luaskah lubong kubor? 6 kaki x 3 kaki...lebih kurang. Bolehkah segala kekayaan itu bawa bersama ke dalam lubong kubor? Manusia jenis apakah mereka ini? Walaupun seseorang itu memiliki segala kekayaan melimpah ruah, satu sen pun tidak akan dibawa bersama ke dalam lubang kubor. Benar bukan? Tiada siapa yang boleh menafikannya. Lalu untuk apa segala kekayaan ini? Kamu makan apa yang kami makan, kelazatan atau keenakan makanan tersebut hanya setakat di hujung lidah..setelah kamu kenyang sudah tentu kamu berhenti makan. Berapa kamu boleh makan? Kamu nak kumpulkan harta sampai 7 keturunan? Demi memastikan anak cucu kamu tidak akan papa kedana. Siapa yang memberi rezki kepada kamu dan mereka Rakusnya kamu. Pernahkah kamu ambil masa beberapa saat memikirkan nasib rakyat kamu yang hidup dalam kemiskinan sedangkan kamu menjarah setiap kekayaan yang sepatutnya kamu kembalikan manfaatnya kepada rakyat kamu.
FIRMAN ALLAH SWT YANG BERMAKSUD: "Maka barangsiapa yang mengingkari "thoghut" (syaitan, berhala dan apa sahaja yang menyesatkan) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada ikatan (tali agama) Allah yang amat teguh, yang tidak akan putus" (AL-BAQARAH: 256)
Justeru itu apa sahaja yang menyeru kepada selain Allah swt adalah thoghut. Termasuk barangsiapa yang menyeru kepada pengagungan seseorang pemimpin, parti politik, hiburan dan seumpamanya. Secara ringkasnya apa sahaja yang tidak dapat menambahkan keimanan seseorang itu kepada Allah swt dan RasulNya sallallahu a'aihe wasallam dan apa sahaja yang tidak menyumbang kepada kebaikan kepada agama seseorang yang seterusnya menjamin kehidupan yang dirahmati dan diberkati Allah swt di dunia dan dirahmati serta diredhai Allah swt di alam akhirat.
Untuk apa kita hidup di dunia ini. Untuk apa? Untuk melonggokkan segala kekayaan? Tanpa ditunaikan hak-hak orang-orang lain yang terdapat dalam kekayaan tersebut sepertimana yang diiktiraf oleh Allah swt dan RasulNya sallallahu alaihe wasallam? Bermegah-megah? Seperti lagaknya Karun Laknatullah yang bermegah-megah, berbangga-bangga dan menunjuk-nunjuk kekayaannya di hadapan khalayak rakyat jelatanya yang miskin? Namun akhirnya beliau ditenggelamkan Allah swt ke dalam bumi bersama segala kekayaannya. Dia akan menyesal di alam akhirat penyesalan yang tiada gunanya.
Harta kekayaan yang akan menjadi penolong untuk si pemiliknya di alam akhirat ialah harta yang diperolehi dari sumber yang halal & yang menepati kehendak-kehendak roh syariat Allah swt. Kemudian dilaksanakan dan ditunaikan segala hak yang berkaitan dengan harta tersebut sebagaimana yang diperintahkan Allah swt dan RasulNya sallallahu 'alaihe wasallam termasuk zakat wajib dan juga zakat sunat (yang tidak diwajibkan yang dipanggil sedekah). Harta yang berkat adalah segala bentuk kekayaan yang dibelanjakan di jalan yang diredhai Allah swt. Harta yang dibelanjakan inilah sebenar-benarnya harta milikan si empunya. Ganjaran pahala dari amalannya itu sahaja yang bakal menyelamatkannya dari kemurkaan Allah swt pada hari kiamat. Sebaliknya harta dan segala rupa kekayaan yang dibelanjakan untuk tujuan bermegah-megah dan menunjuk-nunjuk bakal menjadi sebab baginya untuk dihumbakan ke dalam api neraka jahannam!
Ingatlah, kita hidup bukan untuk hari ini, esok atau 30 tahun akan datang. Tapi kita hidup untuk alam akhirat. Kita datang ke dunia untuk "TRANSIT" sahaja. Persiapkan bekalan untuk perjalanan di alam akhirat yang panjang tidak berpenghujung. Rasulullah sallallahu 'alaihe wasallam telah bersabda yang bermaksud " Dunia dijadikan untuk kamu dan kamu dijadikan untuk akhirat." Dunia dijadikan untuk kamu bermaksud mestilah dunia itu menjadi hamba bagi kita, mempergunakannya sebagai platform untuk melakukan persiapan iman dan amal sebagai bekalan bagi menempuh perjalanan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Iman & Aman sahaja yang kita akan bawa berjumpa Allah swt, tidak yang lain. Sesungguhnya kita dijadikan untuk akhirat justeru alam akhirat itu adalah kekal abadi, tiada noktah dan tiada berpenghujung. Bahagia.... bahagia selama-lamanya. Sengsara.... sengsara selama-lamanya.
WWW.SAFIRGOTRAVEL.COM
Rakan Kembara semua...sukacita dimaklumkan bahawa kami melancarkan logo terbaru bagi program ziarah & lawatan WWW.SAFIRGOTRAVEL.COM rakan kembara anda. Dari Asia ke Oceana, dari benua Afrika hingga ke negara-negara di pesisiran Laut Mediterranean dan Laut Adriatik, kami membawa anda dalam kembara merentasi sejarah lampau di rantau Asia Barat, menghirup udara nyaman di Selat Bhosporus sambil memuji keindahan kota Istanbul satu-satunya kota di dunia yang terletak di antara dua benua; Asia dan Eropah, atau sertai kembara kami ke Afrika Selatan, santai di pinggiran laut di kota Cape Town...atau ke negara-negara Scandanivia yang terkenal dengan keindahan pemandangan alam semulajadinya....atau ke bumi Andalusia; menyelongkar kegemilangan silam di kota Cardoba, Granada dan Seville, lalu menjelajah bumi Morocco atau Maghribi pengembaraan eksotik yang takkan menghampakan anda. Ke masa sahaja yang anda ingini, hubungilah kami.
SAFIR
SAFIR
Kembara sebuah kehidupan
Manusia seperti kita adalah pengunjung sementara di dunia yang diibaratkan sebuah lapangan terbang yang disinggahi banyak kapalterbang untuk satu tempoh transit yang tertentu. Kita pun turun dari kapalterbang, menjinjing cabin luggage yang tentu bersaiz kecil, merentasi sky-bridge yang menghubungkan penumpang antara perut kapalterbang dan ruang transit. Lalu kita pun memasuki ruang transit, menghabiskan masa seketika sementara penerbangan seterusnya. Ada yang tempoh transitnya sekadar 2/3 jam, ada yang lebih lama dari itu terpulang kepada jadual penerbangan yang sudah semestinya telah ditetapkan dalam satu peraturan penerbangan yang ketat dan teliti. Rasulullah sallallahu a'aihe wasallam pernah bersabda yang bermaksud, "Hendaklah kamu di dunia ini menjadi seperti seorang pengembara atau seorang yang berada dalam satu perjalanan......" Itu pesan baginda dari sekian banyak "Jawami'ul Kalim" Rasulullah sallallahu 'alaihe wasallam (perkataan yang dituturkan Rasulullah sallallahu 'alaihe wasallam dalam bahasa yang ringkas tetapi mempunyai makna dan maksud yang tersirat dan tersurat yang perlu diperjelaskan oleh alim ulama hadis). Sabdaan Rasulullah sallallahu 'alaihe wasallam ini membawa maksud mendalam bahawa kehidupan dunia dan tempoh masa yang kita miliki sepanjang usia kita adalah ibaratkan masa transit penumpang kapalterbang, singgah sebentar sementara menunggu penerbangan seterusnya. Lapangan terbang "transit" itu bukanlah maksud dan tujuan perjalanan kita tetapi maksud kita adalah destinasi terakhir yang telah ditetapkan. Dunia ini bukan tujuan kita tetapi cuma tempat persinggahan untuk menyiapkan perbekalan bagi satu perjalanan yang panjang.....alam akhirat adalah maksud dan tujuannya. Itulah kediaman terakhir dan tempat tinggal kekal abadi....sudah bersediakah kita???/
Wednesday, October 20, 2010
LAGI GAMBAR MAWI DI BUMI ANBIYA'
Gambar diambil dari website An Najwa Production.
Bersama Harmony Vacation.
Bersama Harmony Vacation.
| Ketika penggambaran di Mesir |
| Di Mesir |
Saturday, October 16, 2010
STAF SERBA BOLEH
PICTURES
Gambar-gambar ketika beraya di salah sebuah rumah kenalan yang melancong bersama kami.
Jajah kata, "Ni rumah atok yang bagi Jajah coklat banyak tu"
Jajah masih ingat lagi kerana ikut bersama-sama kami
melawat Syria, Jordan, Jerusalem dan menunaikan umrah.
Ketika itu, Atok Taqi suka berikan biskut coklat pada Jajah.
Jajah diriba nenek (isteri tuan rumah @ chef pada malam tu).
Sedap nasi dan lauk-lauknya.
Rumah juga sangat cantik,
luas, lapang dan bercirikan Islamik.
Jajah bersama Nenek Aisyah (isteri Dr Bahari),
Nenek Fatimah (isteri Datuk Khairuddin)
dan Nenek Safura.
Subscribe to:
Posts (Atom)











